Pusaka bangunan cagar budaya, kriterianya apa? Apakah usia, kekhasannya?
Provinsi DKI Jakarta contohnya menggunakan kriteria: nilai sejarah, umur bangunan/lingkungan, keaslian, dan kelangkaannya.
Kriteria bangunan cagar budaya dibedakan dalam 3 kategori:
Golongan A, yaitu bangunan yang memenuhi kriteria nilai sejarah dan keasliannya. Ketentuan pelestarian aset pusaka ini: bangunan tak boleh diubah sama sekali.
Golongan B, untuk bangunan yang memenuhi kriteria keaslian, kelangkaan, landmark, arsitektur, dan umur. Bangunan kategori ini hanya boleh diubah sebagian, namun dikembalikan kepada fungsi asalnya.
Golongan C, yaitu bangunan yang memenuhi kriteria umur dan arsitektur. Pusaka bangunan kategori ini boleh diubah sesuai kemauan pemilik, namun harus ada izin dari instansi terkait.
(Sumber a.l. diringkas dari Media Indonesia, 13-1-2013)
Sunday, January 13, 2013
Friday, January 11, 2013
Gedung Merah, Ice cream Ragusa
(Sumber foto: Risfan Munir)
Pusaka budaya ragawi, paling nyata ialah "pusaka gedung bersejarah", contohnya adalah deretan shop-houses sepanjang Jl. Veteran, Jakarta Pusat ini.
Deretan "gedung merah" ini relatif terawat baik, stuktur dan komponen utama bangunannya. Peruntukannya saat ini sebagian besar adalah rumah makan, termasuk: Ice-cream Ragusa, Dapurbaba, Kopitiam, makanan Palembang, dan lainnya. Yang bukan resto termasuk kantor BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia).
Ice-cream Ragusa sendiri sudah terkenal sejak zaman kolonial Belanda. Sampai hari ini masih ramai pengunjung. Kedua, restauran Dapur Baba yang menghidangkan menu ala peranakan "Indonesia-China". Untuk pusaka kuliner yang dihidangkan terutama menu pesisir utara Jawa. Salah satunya ialah "rujak cingur". (Twit: @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pusaka budaya ragawi, paling nyata ialah "pusaka gedung bersejarah", contohnya adalah deretan shop-houses sepanjang Jl. Veteran, Jakarta Pusat ini.
Deretan "gedung merah" ini relatif terawat baik, stuktur dan komponen utama bangunannya. Peruntukannya saat ini sebagian besar adalah rumah makan, termasuk: Ice-cream Ragusa, Dapurbaba, Kopitiam, makanan Palembang, dan lainnya. Yang bukan resto termasuk kantor BPPI (Badan Pelestarian Pusaka Indonesia).
Ice-cream Ragusa sendiri sudah terkenal sejak zaman kolonial Belanda. Sampai hari ini masih ramai pengunjung. Kedua, restauran Dapur Baba yang menghidangkan menu ala peranakan "Indonesia-China". Untuk pusaka kuliner yang dihidangkan terutama menu pesisir utara Jawa. Salah satunya ialah "rujak cingur". (Twit: @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pusaka Kuliner Desa ke Kota
(Sumber foto: Risfan Munir)
"Pusaka kuliner" termasuk pusaka budaya yang paling dekat dengan kita. Soto Madura, nasi "Buk" Madura, sesuai namanya tentu heritage khas etnik Madura.
Salah satu depot/warung soto Madura di kota Malang adalah yang ada di jalan Lombok. Oleh karena itu disebut "Soto Lombok." Warung ini bisa disebut melestarikan pusaka kuliner Soto Madura, karena setia dengan usaha ini selama lebih dari setengah abad. Menu yang populer ialah "soto ayam".
"Nasi Buk" (Duro) sesungguhnya nasi campur (rijstafel) dengan sayur nangka muda, gorengan "dendeng ragi", daun kemangi, pilihan gorengan, dan seterusnya. Di kota Malang yang terkenal yang ada di Jl Kidul Dalem, buka pagi-siang.
Yang menarik "Nasi Buk" ini juga ada di caffee-shop/resto Hotel Tugu, satu boutique hotel yang terkemuka di Malang. Foto diatas menunjukkan "Nasi Buk" yang disajikan semeja dengan bunga poinsettia saat menjelang hari Natal. Soto Madura, Nasi Buk dari makanan tradisional rakyat, berhasil dilestarikan, dan diadopsi sebagai menu masa kini di tengah budaya kontemporer kota. (@masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
"Pusaka kuliner" termasuk pusaka budaya yang paling dekat dengan kita. Soto Madura, nasi "Buk" Madura, sesuai namanya tentu heritage khas etnik Madura.
Salah satu depot/warung soto Madura di kota Malang adalah yang ada di jalan Lombok. Oleh karena itu disebut "Soto Lombok." Warung ini bisa disebut melestarikan pusaka kuliner Soto Madura, karena setia dengan usaha ini selama lebih dari setengah abad. Menu yang populer ialah "soto ayam".
"Nasi Buk" (Duro) sesungguhnya nasi campur (rijstafel) dengan sayur nangka muda, gorengan "dendeng ragi", daun kemangi, pilihan gorengan, dan seterusnya. Di kota Malang yang terkenal yang ada di Jl Kidul Dalem, buka pagi-siang.
Yang menarik "Nasi Buk" ini juga ada di caffee-shop/resto Hotel Tugu, satu boutique hotel yang terkemuka di Malang. Foto diatas menunjukkan "Nasi Buk" yang disajikan semeja dengan bunga poinsettia saat menjelang hari Natal. Soto Madura, Nasi Buk dari makanan tradisional rakyat, berhasil dilestarikan, dan diadopsi sebagai menu masa kini di tengah budaya kontemporer kota. (@masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Camilan Jajan Pasar
(Sumber foto: Risfan Munir)
Pusaka kuliner, jajan pasar, kue basah tentu punya kisah sendiri sehingga bisa masuk ke menu sarapan di coffee-shop hotel-hotel berbintang di seluruh tanah air.
Kue mangkok, wajid, klepon, ongol-ongol, ketan, ternyata disukai banyak orang, dari anak-anak, remaja hingga lanjut usia.
Kisah sukses kue basah dan jajan pasar ini ternyata melintas daerah, melintas suku, dari Sabang hingga Merauke.
Ini contoh pusaka kuliner yang berhasil melintas zaman. Entah berapa generasi telah memasak, dan mengembangkannya, dari keterampilan keluarga, rumahan untuk dinikmati sendiri, untuk hidangan acara keluarga, komunitas, hari-hari tertentu. Kini sebagian telah menjadi "industri kecil jajan pasar".
Industri kue basah, jajan pasar telah berkembang di banyak kota. Bahkan ada pasar subuh yang jadi "bursa jajan pasar", seperti di Pasar Senen dan Blok-M Jakarta. Juga industri kue basah yang rutin mengisi hotel-hotel seperti hotel Santika, supermarket seperti Carrefour, Hero, Giant dan lainnya. Tentu ribuan kesempatan kerja telah tercipta dari "pelestarian pusaka kuliner jajan pasar" ini. (Twit @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pusaka kuliner, jajan pasar, kue basah tentu punya kisah sendiri sehingga bisa masuk ke menu sarapan di coffee-shop hotel-hotel berbintang di seluruh tanah air.
Kue mangkok, wajid, klepon, ongol-ongol, ketan, ternyata disukai banyak orang, dari anak-anak, remaja hingga lanjut usia.
Kisah sukses kue basah dan jajan pasar ini ternyata melintas daerah, melintas suku, dari Sabang hingga Merauke.
Ini contoh pusaka kuliner yang berhasil melintas zaman. Entah berapa generasi telah memasak, dan mengembangkannya, dari keterampilan keluarga, rumahan untuk dinikmati sendiri, untuk hidangan acara keluarga, komunitas, hari-hari tertentu. Kini sebagian telah menjadi "industri kecil jajan pasar".
Industri kue basah, jajan pasar telah berkembang di banyak kota. Bahkan ada pasar subuh yang jadi "bursa jajan pasar", seperti di Pasar Senen dan Blok-M Jakarta. Juga industri kue basah yang rutin mengisi hotel-hotel seperti hotel Santika, supermarket seperti Carrefour, Hero, Giant dan lainnya. Tentu ribuan kesempatan kerja telah tercipta dari "pelestarian pusaka kuliner jajan pasar" ini. (Twit @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tahun Pusaka Indonesia 2013
Tahun Pusaka Indonesia 2013 (TPI-2013) dicanangkan BPPI, Badan Pelestari Pusaka Indonesia. TPI-2013 ini mengangkat tema "Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat" (Heritage for Community Welfare).
Ini bagus kalau kita sambut, dukung, sebagai momentum untuk memupuk "cinta pusaka". Baby steps yang bisa dilakukan mulai dengan memfasilitasi masyarakat: menikmati kuliner, memakai baju bahan tradisional, nonton pagelaran seni, mengunjungi museum, kampung tradisional terdekat. Termasuk mengunjungi obyek-obyek alam, panorama gunung dan lembah, ke pantai, pulau-pulau kecil.
Tahun Pusaka Indonesia 2013 bisa dihidupkan dengan menyelenggarakan berbagai "festival". Festival tarian tradisional, teater rakyat tradisional, macapat, tembang, dan sejenisnya. Juga festival fotografi obyek Pusaka.
Menyelenggarakan wisata pusaka, dengan mengunjungi berbagai lokasi yang kaya aset pusaka. Baik pusaka alam, pusaka budaya, dan pusaka saujana.
"Generasi muda" terutama perlu ditingkatkan apresiasinya terhadap "aset-aset pusaka", yang merupakan kekuatan identitas bangsa dalam menghadapi tantangan millenium ke-4. (Twit @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Ini bagus kalau kita sambut, dukung, sebagai momentum untuk memupuk "cinta pusaka". Baby steps yang bisa dilakukan mulai dengan memfasilitasi masyarakat: menikmati kuliner, memakai baju bahan tradisional, nonton pagelaran seni, mengunjungi museum, kampung tradisional terdekat. Termasuk mengunjungi obyek-obyek alam, panorama gunung dan lembah, ke pantai, pulau-pulau kecil.
Tahun Pusaka Indonesia 2013 bisa dihidupkan dengan menyelenggarakan berbagai "festival". Festival tarian tradisional, teater rakyat tradisional, macapat, tembang, dan sejenisnya. Juga festival fotografi obyek Pusaka.
Menyelenggarakan wisata pusaka, dengan mengunjungi berbagai lokasi yang kaya aset pusaka. Baik pusaka alam, pusaka budaya, dan pusaka saujana.
"Generasi muda" terutama perlu ditingkatkan apresiasinya terhadap "aset-aset pusaka", yang merupakan kekuatan identitas bangsa dalam menghadapi tantangan millenium ke-4. (Twit @masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pusaka Kuliner Camilan Desa
Pusaka kuliner ribuan jenisnya di Nusantara. Putu mayang, lupis, bubur merah, jenang ketan, balapis Manado, adalah sebagian dari kekayaan budaya dalam kreativitas menu makanan ringan.
Pusaka kuliner camilan atau makanan kecil ini terbukti bisaa jadi "duta" dari makanan tradisional, bahkan dari desa, yang disukai tamu-tamu hotel berbintang di kota-kota besar di seluruh wilayah Tanahair. (@masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Pusaka kuliner camilan atau makanan kecil ini terbukti bisaa jadi "duta" dari makanan tradisional, bahkan dari desa, yang disukai tamu-tamu hotel berbintang di kota-kota besar di seluruh wilayah Tanahair. (@masrisfan)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Thursday, January 10, 2013
Budaya Makan Sambal
Salah satu contoh pusaka budaya kuliner yang sudah turun-temurun, dari generasi ke generasi dipelihara, dinikmati, dikembangkan ialah "budaya makan sambal.
Kini, pusaka dari berbagai tradisi daerah di Nusantara dihidangkan di hotel-hotel mewah sekalipun. Contohnya antara lain aneka sambal yang dihidangkan di Hotel Santika Bogor. Adaa sambal ijo, sambal teri, sambal oncom, sambal mangga muda, dan lainnya (@masrisfan).
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kini, pusaka dari berbagai tradisi daerah di Nusantara dihidangkan di hotel-hotel mewah sekalipun. Contohnya antara lain aneka sambal yang dihidangkan di Hotel Santika Bogor. Adaa sambal ijo, sambal teri, sambal oncom, sambal mangga muda, dan lainnya (@masrisfan).
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Subscribe to:
Posts (Atom)